Tugas Mandiri 14
Nama : Abdul Bais Nadin
Nim : 41122010084
Mata Kuliah : Kreasi Bahasa Indonesia
A06
TUGAS MANDIRI 14
10 POIN PENTING
1.Penyuntingan akademik bertujuan memperjelas pesan, logika, dan kualitas ilmiah naskah, bukan sekadar memperbaiki ejaan.
2.Penyuntingan substansi memastikan kekuatan argumen, kebaruan penelitian, dan kesinambungan logika tulisan.
3.Penyuntingan bahasa berfokus pada kejelasan, formalitas, dan objektivitas gaya penulisan akademik.
4.Penyuntingan mekanik menjamin kepatuhan terhadap PUEBI, konsistensi istilah, dan ketepatan referensi.
5.Teknik swasunting seperti cooling period, membaca nyaring, dan pengecekan konsistensi meningkatkan kualitas naskah.
6.Presentasi ilmiah berfungsi sebagai sarana komunikasi dan umpan balik awal sebelum publikasi.
7.Desain slide harus minimalis, terbaca jelas, dan mengutamakan visualisasi data yang efektif.
8.Penyampaian presentasi perlu struktur retoris yang kuat serta pengelolaan sesi tanya jawab yang profesional.
9.Pemilihan jurnal harus mempertimbangkan kesesuaian topik, reputasi, dan model akses publikasi.
10.Integritas publikasi wajib dijaga dengan menghindari plagiarisme, salami slicing, dan double submission.
PERTANYAAN PEMANTIK
1. Mengapa penyuntingan mekanik yang buruk bisa menyebabkan penolakan jurnal meskipun isinya bagus?
= Karena kesalahan tata bahasa, ejaan, format, dan sitasi memberi kesan tidak profesional, menyulitkan reviewer memahami isi, serta menunjukkan kurangnya ketelitian akademik.
2.Apa perbedaan mendasar menyunting tulisan sendiri vs orang lain?
= Menyunting tulisan sendiri lebih sulit karena bias penulis—kita cenderung “merasa sudah jelas”. Menyunting tulisan orang lain lebih objektif karena fokus sebagai pembaca.
3. Sejauh mana AI (seperti ChatGPT) boleh digunakan dalam penyuntingan akademik?
= AI boleh digunakan untuk bahasa, struktur, dan kejelasan, tetapi tidak untuk menciptakan data, hasil, atau argumen ilmiah baru, dan harus sesuai kebijakan institusi/jurnal.
4. Mengapa visualisasi data lebih efektif daripada narasi panjang saat presentasi?
= Karena visualisasi membantu audiens memahami pola, tren, dan perbandingan secara cepat, sementara narasi panjang mudah membuat audiens kehilangan fokus.
5. Bagaimana mengatasi kegugupan saat tanya jawab di konferensi?
= Dengan persiapan matang, latihan menjawab pertanyaan umum, bernapas teratur, dan fokus pada substansi, bukan pada penilaian audiens.
6. Apa langkah selanjutnya jika naskah ditolak oleh editor sebelum peer review?
= Membaca alasan penolakan, menyesuaikan scope dengan jurnal lain, memperbaiki struktur dan fokus, lalu mengirimkan ulang ke jurnal yang lebih sesuai.
7. Mengapa etika publikasi sangat krusial di dunia akademik?
= Karena etika menjaga kepercayaan ilmiah, integritas data, keadilan atribusi, dan reputasi peneliti serta institusi.
8. Bagaimana menentukan urutan penulis dalam kolaborasi?
= Berdasarkan kontribusi nyata (konsep, analisis, penulisan), disepakati sejak awal untuk menghindari konflik.
9. Apa risiko publikasi di jurnal "predatory"?
= Risikonya meliputi kerusakan reputasi akademik, tidak diakuinya publikasi, proses review palsu, dan pemborosan biaya.
10. Bagaimana menyederhanakan bahasa teknis tanpa merusak esensi ilmiahnya?
= Dengan menggunakan istilah inti saja, definisi singkat, analogi, dan contoh konkret, tanpa mengubah makna konsep.
PERTANYAAN REFLEKTIF
1. Bagian penyuntingan mana yang paling sulit bagi saya?
= Menjaga alur logika dan konsistensi argumen tanpa mengulang atau melemahkan pesan utama.
2. Apakah saya lebih fokus pada tata bahasa atau kekuatan argumen?
= Saya belajar bahwa keduanya sama penting, tetapi argumen yang kuat harus menjadi prioritas utama.
3. Apakah saya akan tertarik menonton presentasi saya sendiri?
= Jika presentasi saya jelas, visualnya menarik, dan pesannya relevan, maka ya, saya tertarik.
4. Seberapa siap saya menerima kritik tajam dari reviewer?
= Saya berusaha melihat kritik sebagai alat perbaikan, bukan serangan personal.
5. Pernahkah saya mengabaikan sitasi karena menganggap suatu ide adalah "umum"?
= Pernah, dan ini menjadi pelajaran penting bahwa lebih aman tetap mencantumkan referensi.
6. Apa motivasi utama saya mempublikasikan tulisan?
= Untuk berkontribusi pada pengembangan ilmu dan memberi dampak nyata, bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik.
7.Bagaimana perasaan saya jika karya saya diplagiasi?
= Saya akan merasa kecewa dan dirugikan, karena plagiarisme merusak keadilan dan integritas ilmiah.
8. Apakah referensi saya sudah mutakhir (10 tahun terakhir)?
= Saya berupaya memastikan referensi relevan dan mutakhir, kecuali untuk teori dasar klasik.
9.Bagaimana saya bisa meningkatkan kemampuan bicara di depan umum?
= Dengan latihan rutin, simulasi presentasi, evaluasi diri, dan pengalaman langsung.
10. Langkah apa yang saya ambil besok untuk memperbaiki draf saya?
= Membaca ulang dengan sudut pandang pembaca, memperbaiki struktur argumen, bahasa, dan sitasi, serta meminta umpan balik.
Komentar
Posting Komentar